“ Janganlah anda berjalan bersama orang fajir (yang bergelimangan dalam dosa), karena dia akan mengajarkan kepada anda perbuatan dosanya.” (Umar Bin Khattab ra)
Friendship Like A Mirror…
Teman kita terkadang membawa pengaruh pada diri kita. Jika teman kita ini seorang yang sangat menyenangi oleh raga badminton misalnya. Lambat laun kita akan menyenangi badminton satu ketika.
Namun apakah seorang teman dapat mengaruhi kebahagiaan, kesuksesan atau membawa kita ke arah yang kebihatau malah dapat menjerumuskan kita ke lembah sengsara dan dosa???
Jawabannya ……..Iyah benar??
Atas dasar apa paradigma berfikir begitu??
Sebelum menjawabnya lebih jauh mari kita kaji lebih dalam Al-Qur’an dan Sunnah, yaitu dua sumber resmi yang tidak ada bandingannya yang mampu menjawab semua permasalahan.
Ayat pertama
“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduh kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku.” Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan : 27 – 29)
Ayat Kedua:
“Teman-teman akrab para hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa” (QS. Az-Zukhruf : 67)
Sedangkan dalam hadist disebutkan:
Hadist Pertama
Rasulullah Saw bersabda, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, adalah seperti penjual minyak wangi dan peniup api (pandai besi), adakalanya memberi anda (minyak wangi), atau anda membeli darinya, atau anda mendapat bau wangi darinya. Adapun peniup api (pandai besi), adakalanya membakar pakaian anda, atau anda mendapatkan bau yang kurang sedap darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist Kedua:
“Seseorang itu mengikuti agama sahabatnya. Maka, hendaklah kalian memperhatikan siapa sahabat kalian.” (Hadits hasan, diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)
Sebenarnya dengan menampilkan satu ayat Qur’an saja sudah dianggap cukup, namun agar page dan tulisan ini banyak berkahnya, banyak mnfaatnya, maka kita sebutkan ayat-ayat yang ada.